Selasa, 11 Oktober 2016

PENGUAT AUDIO KELAS D

PENGUAT AUDIO KELAS D
*PENGERTIAN
        Tujuan dibuatnya penguat audio adalah untuk mereproduksi ulang sinyal audio masukan ke level volume tertentu sesuai keinginan dengan tingkat fidelitas yang tinggi. fidelitas (fidelity) yang berarti seberapa mirip bentuk sinyal keluaran hasil replika terhadap sinyal masukan. Penguat audio yang baik harus mempunyai tanggapan frekuensi antara 20 Hz – 20 KHz.
        Penguat kelas D menggunakan teknik PWM (pulse width modulation), dimana lebar dari pulsa ini proporsioal terhadap amplituda sinyal input. Pada tingkat akhir, sinyal PWM men-drive transistor switching ON dan OFF sesuai dengan lebar pulsanya. Transistor switching yang digunakan biasanya adalah transistor jenis FET.
Penguat audio kelas D memiliki efisiensi yang jauh lebih baik dibandingkan penguat-penguat audio pendahulunya seperti penguat kelas A, kelas B dan kelas AB. Penguat audio kelas AB secara teoritis mempunyai efisiensi paling bagus sekitar 78,5% sebelum dibebani Speaker. Saat dibebani speaker efisiensinya bisa turun menjadi 50%. Saat ini penguat audio kelas D mempunyai efisiensi 90% saat dibebani speaker. Sementara secara teoritis penguat audio Kelas D mempunyai efisiensi ideal 100%.
            Efisiensi yang tinggi berarti akan menghasilkan disipasi daya yang rendah, dengan demikian daya yang terbuang relatif lebih rendah jika dibandingkan penguat kelas A, B maupun AB. Karena penguat audio kelas D bisa dibilang hemat daya maka penguat ini tidak membutuhkan pendingin (heatsink) yang besar dan catu daya yang besar pula.
            Dengan penggunaan pendingin dan catu daya yang relatif kecil, merupakan sebuah keuntungan utama dari penguat audio kelas D ini. Aplikasi penguat audio kelas D sekarang ini sudah sangat populer seperti untuk perangkat audio jinjing, home-theaters, penguat audio mobil dan sebagainya tanpa menghilangkan sisi fidelitasnya.

*GAMBAR RANGKAIAN





*KELEBIHAN
          *Disipasi panas rendah
        *Ukuran tidak terlalu besar
        *Tidak terlalu berat
        *Efisiensinya tinggi
*KEKURANGAN
      *Membutuhkan catu daya sangat bersih dan stabil
*Respon frekuensi tinggi tergantung pada impedansi loudspeaker
*KESIMPULAN
          Penguat audio kelas D pertama kali dikenalkan pada tahun 1958, dan telah menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Penguat Audio kelas D pada dasarnya adalah switching-amplifier atau Pulse Width Modulation-Amplifier. Penguat audio kelas D mempunyai efisiensi 90% saat dibebani speaker. Sementara secara teoritis penguat audio Kelas D mempunyai efisiensi ideal 100%.
Penguat audio kelas A akan menguatkan seluruh siklus sinyal masukan. Penguat kelas B hanya menguatkan setengah siklus sinusoida sinyal masukan. Penguat audio kelas AB menguatkan sinyal lebih dari setengah siklus baik positif maupun negatif.
Penguat audio kelas D adalah sebuah amplifier switching atau PWM. Sinyal audio masukan digunakan untuk memodulasi sinyal pembawa PWM yang mendorong penguat akhir. Sebelum diumpankan ke speaker terlebih dahulu dilewatkan Low Pass Filter (LPF).



*DAFTAR PUSTAKA
          Gaalaas Eric, Class D Audio Amplifiers : What, Why, and How, http://www.analog.com/library/analogDialogue/archives/40-06/class_d.html, diakses tanggal 12 Januari 2015.
Honda Jun & Adams Jonathan, Class D Audio Amplifier Basics, International Rectifier, California, 2005.
International Rectifier, Class D Audio Amplifier Design, www.irf.com, diakses tanggal 10 Januari 2015.
Kartino, IRS-900D Class-D Amplifier Tutorial. Makalah, tidak dipublikasikan.
Maldonado Joseph & Vega Jeovany, Class D Power Amplifier, California Polytechnic State University, San Luis Obispo, 2010.
NN. Class D Power Amplifier, http://www.circuitstoday.com/class-d-power-amplifiers, diakses tanggal 12 Januari 2015.

TERIMA KASIH



Tidak ada komentar:

Posting Komentar